Senin, 17 Oktober 2011

Sahabat Jadi cinta {penyesalan terdalam}


CERPEN KARYA WIE MEYSYA
SAHABAT JADI CINTA (penyesalan terdalam)

Cerita ini menceritakan sebuah kisah persahabatan yang erat, tetapi ada suatu kejadian yang mengakibatkan persahabatan itu hancur karena masalah perasaan. Tetapi masalah itu tidak lama,karena mereka telah merasakan debaran hati yang cukup mengejutkan di tengah ceritanya. Bahkan aka ada suatu konflik yg sangat di sesali oleh “aku”

Wie
9/25/2011













Penyesalan Terdalam
Awalnya, aku kira dia akan menjadi shabat yg seutuhnya  sahabat di mataku,,
Tapi  tak disangka ke dekatan aku dan  dia itu disalah artikan oleh nya,,,
Aku kira perhatiannya dan semua hal baik tentang dia, hanya sebatas perlakuan seorang sahabat kepada sahabatnya. Tetapi tenyata seperti ini lah jadinya,,
Semua  benar2 menjadi berubah saat ucapan kata “syang” terucap dari bibirnya untuk ku.
Sungguh aku Tak ada niat untuk menyakiti perasaan seorang sahabat sperti dia. Tapi apa yg harus aku katakan saat dia memaksa aku untuk jawab ucapannya itu…?
Akhirnya, kata demi kata aku ucap dengan lembut dan nada suaraku yg perlahan aku ucapkan “maaf….bagiku kamu hanya sekedar sahabat, tidak lebih,,, ”
Diapun menundukan kepala dan sesekali melirik aku dengan sinis,, dan berkata “sudah lama kita bersama-sama,,tapi segini sajakah,,?gak bisa lebih?”
Lagi-lagi aku jawab dengan kata maaf berulang kali dan alasan2 yg menurut dia berlogika dalam lingkaran persahabatan,,
Ucapan terakhir yg dia katakan saat itu “andai dari awal aku bukan sahabatmu, mungkin tak seberat ini jalan ceritanya,,dan tak seberat ini harus menerima jawaban itu dari kamu”
Desah nafaskupun mulai naik turun saat aku ingin menjawab ucapanya nya karena aku takut kata2 yg nanti aku ucapkan akan menyaktinya lagi,, dan akhirnya ini yg aku ucapkan “bukan aku tak yakini cinta di hatimu, namun ku tak mampu hadapi semua ini, biarkanlah semua berlalu tanpa harus janji persahabatan ini kita ingkari.”
Tak ada kata2 lain yg ia katakan  setelah aku berkata itu,apa aku salah?
Hingga akhirnya dia tersinggung dengan jawabanku itu, dan meninggalkan tempat  duduk di sisiku tanpa pamit.
Suasanapun jadi terasa sangat beda saat itu. Ku fikir dia akan mengerti atas semua jawaban-jawaban itu, dan juga aku yakin dia tau bahwa aku telah ada yg memiliki. Wajar jika aku menolaknya .
Dan mungkin 1 hal yg harus dia ingat saat dulu aku  selalu bicara “pacar bisa kita cari dengan mudah dan akhirnya jika sudah bosan pasti akan kita acuhkan dan kemungkinan besar akan berujung saling membenci, tpi sahabat beda karena shabat yg mengerti kita benar2 sulit untuk mendapatkannya, dan pasti takan di sia-siakan kehilangan dia”
Semoga dia ingat dengan ucapan2 ku itu. Dan ku sangat berharap dia mengerti maksud ucapanku itu.
Hari-hariku kini sungguh sangat berbeda karena tak kurasakan lagi canda tawanya di dalam kelas.
Hanya karena hari kemarin itu, aku telah kehilangan sahabat yg sangat berharga di hidupku. Sungguh aku tak rela jika dia harus seperti ini padaku setiap kali aku bertemu dengannya selalu saja mukanya berpaling pada ku.
Saat hatiku lelah dengan sikapnya seperti itu, akhirnya hatiku bicara “mungkin kini saatnya aku harus rela kehilangan sahabat seperti kamu”
Langkahku seolah bergerak dengan sendirinya menuju bangku  di sidut sekolah, disana aku terdiam dan sungguh merasakan kehilangannya. Karena bangku ini adalah tempat dimana aku dan dia selalu menunggu teman2 sekelompok untuk berkumpul bersama. Selalu aku dan dia yg pertama kali menempati bangku itu dan canda tawa aku dan dia selalu saja ada.
Telah satu jam aku terdiam di tempat itu,mengenang semuanya, bahkan suara anak sekolahpun sudah tak terdengar,aku masih di tempat ini, tinggal aku di sini sendiri merenungi seorang sahabat yg telah tak ada di sisiku lagi.
Aku berbicara pada hatiku “sahabat, aku merindukan kamu yg dulu, yg selalu membuat hari2ku tersenyum, yg selalu membuatku kesal,bhgia bahkan hingga membuatku meneteskan air mata. Tapi kini semuanya hanya bisa aku ingat dan aku kenang. Andai kau tak ucapkan kata syang itu,mungkin tak akan seperti ini”
Kini tak pernah aku lihat lagi senyumnya, tak pernah lagi aku dengar dia memanggil namaku dengan panggilan yg khas
Bahkan sapaan setiap haripun tak pernah aku rasakan lagi.
Sekarang aku dan dia yg adda seperti orang yg belum kenal sama sekali.
Sikap cuek dan Lirikan matanya yg tajam itu yg aku rasakan setiap hari untuk ku darinya.
Selalu aku pertanyakan tentang dia dalam hatiku
Akhirnya aku coba mengirim Pesan fb dan sms untuknya “seberapa sakitkah hatimu wahai sahabatku?inikah caramu membalas semua rasa sakitmu?ku harap suatu saat nanti kau akan mengerti,, aku inginkan kau  di sisi bukan untuk jadi pendamping hidupku (yg tercinta). Tetapi sebagai penyemangat hidup yg selalu aku butuhkan (yg tersayang)
Semua nada beranjak terdiam sepi,, setelah hampir 2 bulan dia mengacuhkan aku,, setelah aku sadar ternyata perlakuan aku ke dia begitu beda dari sahabat2 cwo lain. Kenapa ? ada yg salah kah dengan diriku?
Apa aku hanya sedih kehilangan sahabat seperti dia ataukah ada sesuatu yg benar2 belum aku ketahui tentang hati ku?
Ini benar2 kelemahan aku,karena aku sulit untuk memahami perasaan yg aku rasakan. Sungguh aneh,,, tak pernah aku rasakan sebelumnya…
Adakah aku merasakan perasaan yg sama dengan nya? “tidak…” pikiran ku berkata “tidak mungkin,,” karena mungkin ini hanya perasaan seseorang sahabat yg terlalu dekat.
Ke esokan harinya :
Hari ini sungguh menggembirakan, tepat hari pertama kali bibirnya berkata memanggil namaku lagi, kata demi kata dia ucapkan membicarakan kelompok tugas kelas kami,, tanpa pembagian kelompok itu mungkin aku tak akan pernah bicara lagi dengannya,,, syukurlah ini terjadi tanpa sengaja,,,
Diskusipun terjadi aku dengannya, karena perbedaan pendapat masalah pelajaran itu,, canda tawa menyelimuti hari itu.. aku terasa kembali seperti dulu, karena senyumnya, sentuhannya dan panggilan yg khas untuk ku terdengar dan ku rasakan lagi. Tak ada satupun gambaran yg dapat mewakilkan kebahagiaan ku ini.
Setelah Bel pulang terbunyi dia berkata padaku “pulang bareng iah,,”
“hah,,,owh iah siap..!!” jawabku dengan terkejut dan dgn suara terbata-bata..
Saat langkahku dan dia perlahan menuju gerbang sekolah, dia berkata padaku “lupain yah masalah yg dulu pernah terjadi,,,gak maksud jaga jarak ko”
Aku jawab dengan senyum “iiyah gpp,, di maklum ko, yg jelas kamu yg dulu bisa  balik lagi,,, >_<”
Dia memang lain dari pada yg lain. Karena setiap kali bertemu dengannya selalu saja ada pembicaraan yg membuat kita berkelahi seperti anak kecil. Semuanya itu seperi ketakutan-ketakutan yg sebenarnya tidak beralasan saat aku merasakan cinta. Sampai cinta itu cukup lembut terasa di hati ku dan itu tanpa disadari. Cita itu mulai menyentuh dan aku ingin merainya, tetapi cinta cukup mudah karena rasanya cinta itu malang, yg malah membuat pilihan lain untuk aku.
Fikirku dalam angan tak jelas, mencoba menterjemahkan kejadian tadi. Kala kau menjamuku dengan mesra diluar kebiasaan kita sebagai sahabat.  Adakah aturan main yang lain disana?
bumbu manis apa yang ingin kau perlihatkan? dari semua sentuhanmu tadi…. rasa cintakah atau sekedar nafsu belaka?
Aku memarahi kebodohanku sendiri. Terlarut dalam kenikmatan yang kumaki saat ini…. Kami sahabat… pantaskah itu? Terlalu….
Tapi ada gerak yang ingin meminta lagi, senyuman mu membuatku menagih … mungkin kau memperlakukanku begitu istimewa, diantara kelembutan dan perasaanmu yang tak pernah kau akui… Apakah masih ada persahabatan disana? kala kita memperlakukan semuanya dengan cara lain, cara yang seharusnya tidak dilakukan seorang sahabat dan bibirku kini hanya bisa terdiam…
Bila saja aku tak menangis saat itu dan membiarkanmu memiliki hatiku, mungkin kita sudah lebih jauh.
Aku menyayangimu sahabat… Aku juga menyukaimu sahabat…
Dan aku tak ingin ini berakhir tanpa sebuah kata akan kemana persahabatan ini dibawa?. ketika kau diam bersama pertanyaanku dan pengakuan tulusku
Bahwa aku juga mencintaimu…
Sayangnya perkatain isi hatiku ini tak sempat aku bicarakan padanya,, karena ku Lihat dia telah menggenggam erat tangan wanita itu. Sepertinya dia telah berpaling padaku dan melupakan persaan yang dulu pernah dia rasakan untukku.
Sakit memang sakit rasanya bila mengetahui sahabat pria yang aku suka dimiliki oleh teman dekatku.. 
“anda dia bukan kekasihmu, mungkin tak seberat ini. Ku sesali mengapa cinta baru saat ini aku rasakan. Mungkin ku menyesal saat kau pergi, tapi ku terlanjur berkata. Meski ku haya relakan sgalanya pergi, hatiku tertinggal disana. Penyesalan yang terdalam hanya untuk dirimu. Ku minta kau kembalilah di hatiku” hatiku selalu  berkata seperti itu.
Puisiku untuknya,,
            Selama mata ini masih mampu untuk terbuka
            Selama itu pula aku akan terus mencoba belajar menyayangimu
            Walau hati ini terkadang lelah
            Tapi aku akan berusaha bangkit
            Meskipun akhirnya kau bukan untuk ku miLiki
            Dan bahkan kau pergi bersama temanku,,

THE END…


Pesan dari cerita ini untuk pembaca :
Jangan kau salahkan perasaan yang saat ini kau rasakan untuk sahabat dekatmu, jika kau mencintainya ungkapkanlah. Tetapi jangan kau rubah sikap kamu, jika suatu masalah yang  terjadi menimpa persahabatan kalian.
Pesan untuk sahabatku..
Mungkin mereka hanyalah orang yg sederhana,,
Namun mereka adalah senyumku,,
karena hadir mereka dalam hidupku ini membawa segala hal
yang menjadikanku lebih bahagia
karena mereka tulus dalam berkata & berbuat
karena mereka, aku tersenyum pada dunia ini,, ^_^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar